Perpustakaan
Sebagai Sumber Belajar
Ario Adi Prakoso -
NIM:13040112140151-Kelas E
Program Studi Ilmu Perpustakaan dan
Informasi
Jurusan Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Budaya Universitas
Diponegoro
Abstrak
Perpustakaan merupakan salah satu di
antara sarana dan sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan
melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan keterampilan yang
dipelajari secara klasikal di sekolah, perpustakaan menyediakan berbagai bahan
pustaka yang secara individual dapat digumuli oleh peminatnya masing-masing. Dalam
mengetahui perpustakaan sebagai sumber belajar maka perpustakaan harus memilik upaya
untuk mengembangkan perpustakaan yaitu perpustakaan perlu memiliki atau
memberikan pelayanan yang prima dan terbaik dalam penyediaan dan pelayanan
informasi dalam menunjang tugas pokok dan fungsi lembaga induknya dan upaya
selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau
institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan. Selanjutnya untuk
mengetahui manfaat perpustakaan sebagai sumber belajar dan faktor-faktor Pendukungnya.
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.1
Latar
Belakang
Berbagai
usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan
serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak
faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya
yang terkait dengan sumber belajar. Banyak berbagai sumber yang dapat dijadikan
sebagai sumber belajar.
Perpustakaan sekolah dapat dijadikan sebagai bagian dari layanan dalam memenuhi minat baca siswa serta sebagai sumber belajar bagi siswa dengan menyediakan bahan-bahan bacaan atau koleksi bahan pustaka serta informasi lainnya teruama yang berhubungan dengan materi pelajaran. Dilihat dari sisi pelayanan, perpustakaan masih belum dikelola secara profesional, dari sisi koleksi bahan pustaka, koleksi yang dimiliki masih belum lengkap ragam dan jenisnya sesuai kebutuhan siswa, serta kemampuan pengelola belum sesuai standar. Pentingnya keberadaan perpustakaan dalam menumbuhkan minat baca siswa , maka diperlukan perpustakaan yang dapat mengakomodir dan memfasilitasi kepentingan tersebut.
Perpustakaan sekolah dapat dijadikan sebagai bagian dari layanan dalam memenuhi minat baca siswa serta sebagai sumber belajar bagi siswa dengan menyediakan bahan-bahan bacaan atau koleksi bahan pustaka serta informasi lainnya teruama yang berhubungan dengan materi pelajaran. Dilihat dari sisi pelayanan, perpustakaan masih belum dikelola secara profesional, dari sisi koleksi bahan pustaka, koleksi yang dimiliki masih belum lengkap ragam dan jenisnya sesuai kebutuhan siswa, serta kemampuan pengelola belum sesuai standar. Pentingnya keberadaan perpustakaan dalam menumbuhkan minat baca siswa , maka diperlukan perpustakaan yang dapat mengakomodir dan memfasilitasi kepentingan tersebut.
Banyaknya
sumber belajar perlu dilestarikan serta dikelola, karena berperan untuk
mendorong efektifitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui
penyelenggaraan berbagai fungsi yang meliputi fungsi layanan fungsi
pengadaan/pengembangan media pembelajaran, fungsi penelitian dan pengembangan,
dan fungsi lain yang relevan untuk peningkatan efektifitas dan efisiensi pembelajaran.
Untuk itu diperlukannya upaya dalam peningkatan perpustakaan sebagai pusat
sumber belajar.
Perpustakaan merupakan salah satu di antara sarana dan sumber belajar yang efektif untuk menambah pengetahuan melalui beraneka bacaan. Berbeda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari secara klasikal di sekolah, perpustakaan menyediakan berbagai bahan pustaka yang secara individual dapat digumuli oleh peminatnya masing-masing. Tersedianya beraneka bahan pustaka memungkinkan tiap orang memilih apa yang sesuai dengan minat dan kepentingannya, dan kalau warga masyarakat itu masing-masing menambah pengetahuannya melalui pustaka pilihannya, maka akhirnya merata pula peningkatan taraf kecerdasan siswa itu. Kalau kita sepakat bahwa perbaikan mutu pendidikan ditentukan oleh meningkatnya taraf kecerdasan siswanya, maka kehadiran perpustakaan dalam suatu lingkungan sekolah niscaya turut berpengaruh terhadap teratasinya kondisi ketertinggalan siswa yang bersangkutan.
1.1.2
Tujuan
Tujuan membauat makalah ini adalah:
1.Untuk mengetahui perpustakaan sebagai sumber belajar
2. Untuk mengetahui manfaat perpustakaan sebagai sumbe belajar
Tujuan membauat makalah ini adalah:
1.Untuk mengetahui perpustakaan sebagai sumber belajar
2. Untuk mengetahui manfaat perpustakaan sebagai sumbe belajar
BAB II
KAJIAN TEORI
1.
Teori
Sumber Belajar
Secara tradisional, sumber belajar adalah guru dan buku
paket. Padahal sumber belajar yang ada di sekitar sekolah, di rumah, di
masyarakat sangat banyak. Sangat di sayangkan berbagai sumber belajar disekitar
kita yang berlimpah-limpah tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Sumber belajar tradisional adalah guru dan buku teks, dan untuk banyak guru
(dan dosen) ini masih adalah cara utama untuk mengajar. Siapa atau apa saja
sumber belajar itu? Tentu saja bukan guru sebagai satu-satunya sumber belajar.
Tapi apapun, baik lingkungan, nuansa, alat, bahan dan lain-lain bisa berfungsi
sebaga sumber belajar.
Menurut konsep Teknologi Pendidikan, sumber belajar dapat meliputi (1) Orang (seperti guru, teman, tokoh, artis/selebritis, dll); (2) Bahan (seperti buku teks, modul, CD-ROM pembelajaran, VCD Pembelajaran, OHT, dll); (3) Alat (seperti komputer, LCD projector, peralatan lab, dll); (4) Lingkungan (baik lingkungan fisik seperti tata ruang kelas atau non fisik seperti nuansa, iklim belajar, hubungan antara guru dan siswa, dll); (5) Pesan; (6) Tehnik.
Itu semua merupakan sumber belajar. Jadi, dalam proses pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi atau di perusahaan tempat kerja, harus ada upaya atau harus ada sekelompok orang dengan keahlian, tugas dan tanggung jawab tertentu yang mampu menyulap sedemikian rupa semua sumber belajar tersebut agar optimal untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu institusi yang “secara konseptual” dinamakan sebagai Pusat Sumber Belajar. Pusat Sumber Belajar ini, atau apapun namanya adalah sekelompok orang plus sekretariat (atau bangunan) yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan berbagai bentuk dan jensi sumber belajar, seperti disebutkan di atas, sedemikian rupa untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran.
Suatu lembaga pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para guru dan para siswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajarmengajar.
Menurut konsep Teknologi Pendidikan, sumber belajar dapat meliputi (1) Orang (seperti guru, teman, tokoh, artis/selebritis, dll); (2) Bahan (seperti buku teks, modul, CD-ROM pembelajaran, VCD Pembelajaran, OHT, dll); (3) Alat (seperti komputer, LCD projector, peralatan lab, dll); (4) Lingkungan (baik lingkungan fisik seperti tata ruang kelas atau non fisik seperti nuansa, iklim belajar, hubungan antara guru dan siswa, dll); (5) Pesan; (6) Tehnik.
Itu semua merupakan sumber belajar. Jadi, dalam proses pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi atau di perusahaan tempat kerja, harus ada upaya atau harus ada sekelompok orang dengan keahlian, tugas dan tanggung jawab tertentu yang mampu menyulap sedemikian rupa semua sumber belajar tersebut agar optimal untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukanlah suatu institusi yang “secara konseptual” dinamakan sebagai Pusat Sumber Belajar. Pusat Sumber Belajar ini, atau apapun namanya adalah sekelompok orang plus sekretariat (atau bangunan) yang bertugas mengelola dan mengoptimalkan berbagai bentuk dan jensi sumber belajar, seperti disebutkan di atas, sedemikian rupa untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran.
Suatu lembaga pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para guru dan para siswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajarmengajar.
2.
Pusat Sumber Belajar
Menurut Tucker (79) pusat sumber belajar didefinisikan
dengan istilah media center, dengan pengertian bahwa suatu departemen yang
memberikan fasilitas pendidikan, latihan, dan pengenalana melalui produksi
bahan media (transparansi overhead, slide, filmstrip, videotape, dll) serta
memberikan pelayanan penunjang (seperti sirkulasi peralatan audiovisual,
penyajian program-program video, pembuatan katalog, dan pemanfaatan pelayanan
sumber-sumber belajar pada perpustakan. Pusat Sumber Belajar bertugas untuk menyediakan
sarana dan media pendukung bagi kegiatan belajar mengajar seperti yang
dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Salman Al-Farisi, yakni seperti pengadaan
alat peraga yang efektif bagi kegiatan belajar mengajar (KBM), pengadaan media
promosi dan publikasi, dan lain sebagainya.
3.
Perpustakaan
Menurut Sulistyo (1991)perpustakaan diartikan sebagai sebuah ruangan, atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.
Menurut Sulistyo (1991)perpustakaan diartikan sebagai sebuah ruangan, atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar
Upaya untuk menghidupkan dan mengembangkan perpustakaan
sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya tugas
pengurus/anggota perpustakaan dan institusi terkait, melainkan kita semua karna
intinya usaha bersama menjaga atau mengembangkan ilmu pengetahuan. Serta
merevisi atau mengkaji ulang tujuan dari perpustakaan, untuk mengintensifkan
perpustakaan menjadi pusat sumber belajar.
Untuk itu, perpustakaan perlu memiliki atau memberikan
pelayanan yang prima dan terbaik dalam penyediaan dan pelayanan informasi dalam
menunjang tugas pokok dan fungsi lembaga induknya. Artinya memberikan pelayanan
prima, yaitu suatu sikap atau cara pustakawan dalam melayani penggunanya dengan
prinsip people based service (layanan berbasis pengguna) dan service excellence
(layanan unggul). Semua ini untuk memuaskan pengguna, meningkatkan loyalitas
pengguna, serta meningkatkan jumlah pengguna. Bukan hanya pemimpin tetapi semua
pengelola atau pegawai perpustakaan harus berani menampilkan “wajah baru” atau
“gerakan baru” dalam arti berani melakukan terobosan baru dan paradigma baru
yaitu dapat mengubah persepsi masyarakat/akademis dari perpustakaan identik
dengan buku menjadi perpustakaan identik dengan informasi. Ketergantungan pada
seorang pemimpin perlu ditinggalkan dan bergerak menciptakan kreatifitas atau
inovasi yang sistematis. Pimpinan pusat (lembaga) tentunya membuka pintu yang
lebar kepada semua bawahannya untuk menentukan kebijakan dalam menciptakan
keratifitas untuk mengembangkan dan meningkatkan perpustakaan.
Upaya selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Hubungan dengan siswa juga perlu ditingkatkan, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam sekolah (lomba synopsis, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca siswa dan
Upaya selanjutnya bagaimana pengelola menjalin hubungan dengan semua pihak atau institusi melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Hubungan dengan siswa juga perlu ditingkatkan, misalnya membuka perpustakaan keliling, pelatihan penulisan karya ilmiah, kegiatan kompetisi dalam sekolah (lomba synopsis, artikel, opini dll). Hal ini untuk meningkatkan minat baca siswa dan
meningkatkan perestasi siswa.
3.2 Manfaat Perpustakaan
Manfaat perpustakaan di sekolah adalah:
1. Untuk melengkapi bahan sumber belajara bagi siswa
2. Untuk menumbuh kembangkan minat siswa dalam membaca.
3. Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam belajar
4. Untuk memfasislitasi siswa yang tidak mampu membeli buku, sehingga perpustakaan dapat
Manfaat perpustakaan di sekolah adalah:
1. Untuk melengkapi bahan sumber belajara bagi siswa
2. Untuk menumbuh kembangkan minat siswa dalam membaca.
3. Untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam belajar
4. Untuk memfasislitasi siswa yang tidak mampu membeli buku, sehingga perpustakaan dapat
membantu mereka.
3.3 Faktor-faktor Pendudkung lainnya
1. Teknologi Informasi
Teknologi informasi merupakan satu hal yang tidak bias
dihindarkan akan masuk kedalam proses perkembangan perpustakaan. Hal ini
terutama difokuskan pada teknologi yang memberikan kesempatan kepada pengguna
untuk memperoleh informasi lebih luas, cepat, tepat dan up to date, misalkan
melalui fasilitas Internet, Database Online, Media Compact Disk, dan
sebagainya.
2. Pemasaran atau Promosi
Pemasaran atau promosi adalah hal penting yang perlu
diajukan dalam sebuah perpustakaan khusus. Promosi bertujuan untuk
memfasilitasi komunikasi antara perpustakaan dan siswa yang terdapat dalam
instansi sekolah tersebut. Karena salah satu keberhasilan sebuah perpustakaan
adalah dapat dilihat dari tingkat kunjungan siswa dan pemanfaatan informasi
(koleksi) oleh peserta sebagai pengguna perpustakaan. Untuk menyiasati kondisi
perpustakaan agar menjadi perpustakaan yang ideal (setidaknya nyaman untuk
menjadi tempat belajar siswa) harus terpenuhinya berbagai sarana dan prasarana.
BAB IV
PENUTUP
PENUTUP
Kesimpulan
Perpustakaan bukan hanya pelengkapan sarana di sekolah tetapi untuk mendukung sebagai sumber belajar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh siswa. Setiap perpustakaan harus dapat memberikan pelayanan yang prima dan terbaik. Dalam pengelolaan dapat menjalin hubungan dengan semua pihak atau guru dengan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan untuk meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan. Membuat hubungan dengan siswa yang ada di sekitar perpustakaan sekolah tersebut. Sehingga perpusatakaan sekolah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh siswa.
Saran
Untuk meningkatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar maka perpustakaan harus dapat melakasanakan tugasnya sesuai dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpusatakaan dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada serta memperbanyak sumber referensi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Untuk meningkatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar maka perpustakaan harus dapat melakasanakan tugasnya sesuai dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat sumber belajar. Perpusatakaan dapat mengikuti perkembangan zaman yang ada serta memperbanyak sumber referensi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Daftar
Pustaka
Arif Wicaksono. (20080, Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Budhiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta
Mudhoffir. (1986). Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pusat Sumber Belajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
http://hayatitaktakan.blogspot.com/2011/04/makalah-perpustakaan-sebagai-sumber.htm
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar